Ritus Pati Kerapau Pada Masyarakat Cua Palue Dan Relevansinya Bagi Ekaristi Sebagai Perayaan Syukur

ERI, Ignasius Heriyanto (2021) Ritus Pati Kerapau Pada Masyarakat Cua Palue Dan Relevansinya Bagi Ekaristi Sebagai Perayaan Syukur. Undergraduate thesis, STFK Ledalero.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (1MB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (569kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (724kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (560kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (767kB)
[img] Text
BAB V - DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah, (1) membantu masyarakat Cua untuk mengenal dan memaknai budaya mereka sendiri, khususnya upacara Pati Karapau di Cua. (2) membantu mayarakat Cua memanfaatkan budaya tradisional ritus Pati Karapau sebagai media dalam penghayatan akan Ekaristi dan memaknai kehidupan menggereja, khususnya perayaan Ekaristi sebagai perayaan syukur. Metode yang digunakan penulis dalam dalam penulisan skripsi ini adalah metode analisis kepustakaan dan analisis penelitian lapangan dengan menggunakan wawancara lisan. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa, perayaan Pati Karapau dan Perayaan Ekaristi memiliki beberapa kesamaan dan perbedaan. Pertama, keduanya memiliki muatan syukur yang sama yaitu sebagai ungkapan syukur terhadap yang Ilahi yang selalu menyertai kehidupan mereka. Kedua, perayaan ini merupakan perayaan yang mempersatukan seluruh keluarga. Ketiga, keduanya memiliki simbol-simbol yang membahasakan sesuatu yang mewakili ungkapan syukur. Keempat, kedua tradisi ini memiliki kesamaan dalam tempat pelaksaannnya yaitu di tempat yang dianggap kudus dan suci oleh mereka. Di samping mempunyai persamaan kedua perayaan ini juga terdapat perbedaan yang menunjukan kekhasannya masing-masing. Perbedaan yang peling mencolok terdapat dalam simbol kurban yang dipersembahkan sebagai ungkapan syukur kepada yang Ilahi. Dalam perayaan Pati Karapau simbol kurban yang dipakai adalah hewan peliharaan (seekor kerbau). Perbedaan yang kedua terletak pada latar belakang pembentukan kedua perayaan ini. Perbedaan yang ketiga terletak pada pemimpin yang merayakan upacara syukur. Perbedaan yang keempat adalah tempat perayaan atau ritus itu dilaksanakan. Perayaan ekaristi dan perayaan Pati Kerapau tentu memiliki perbedaan masing-masing yang khas. Namun dalam perayaan itu kedua perayaan ini memiliki satu kesamaan dasar yaitu perayaan puji dan syukur. Berdasarkan hasil penelitian yang dijelaskan dalam tulisan ini, dapat disimpulkan bahwa kenyataan yang terjadi antara Gereja dan budaya, terutama ritus Pati Karapau dan ekaristi terdapat keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Relasi kedua ritus tersebut memberikan kemungkinan untuk saling memperkaya dan membutuhkan demi menunjang kehidupan bersama yang baik, khususnya kehidupan menggereja di Cua. Dalam ritus tersebut terdapat empat nilai pendidikan. Pertama, nilai pendidikan agama, Kedua, pendidikan nilai moral, Ketiga, nilai pendidikan budaya, Keempat, nilai pendidikan sosial.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Budaya, Gereja, Ritus Pati Karapau, Ekaristi, dan simbol kurban.
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BL Religion
B Philosophy. Psychology. Religion > BR Christianity
G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs
Divisions: Program Studi Ilmu Filsafat
Depositing User: Mr Fransiskus Xaverius Sabu
Date Deposited: 01 Sep 2021 02:18
Last Modified: 01 Sep 2021 02:18
URI: http://repository.stfkledalero.ac.id/id/eprint/836

Actions (login required)

View Item View Item