Makna Perkawinan Adat Masyarakat Suku Blau Naitimu Dan Implikasinya Dengan Perkawinan Gereja Katolik (Refleksi Filosofi)

KAWE, Alexander (2021) Makna Perkawinan Adat Masyarakat Suku Blau Naitimu Dan Implikasinya Dengan Perkawinan Gereja Katolik (Refleksi Filosofi). Undergraduate thesis, STFK Ledalero.

[img] Text
ABSTRAK.pdf

Download (5MB)
[img] Text
BAB I.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (183kB)
[img] Text
BAB II.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (266kB)
[img] Text
BAB III.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (239kB)
[img] Text
BAB IV.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (241kB)
[img] Text
BAB V - DAFTAR PUSTAKA.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (230kB)

Abstract

Skripsi ini bertujuan untuk: pertama, menguraikan tentang selayang pandang masyarakat suku Blau Naitimu. Kedua, menjelaskan tentang perkawinan adat dan tahap-tahap yang ada dalam perkawinan adat masyarakat suku Blau Naitimu. Ketiga, menjelaskan tentang makna-makna yang ada dalam perkawinan adat suku Blau Naitimu. Keempat, menjelaskan implikasi dari perkawinan adat dengan perkawinan Gereja Katolik. Metode yang dipakai dalam penulisan skripsi ini adalah metode penelitian kualitatif. Dalam metode ini penulis menggunakan dua cara, yaitu penelitian lapangan dan studi kepustakaan. Obyek yang diteliti yaitu makna perkawinan adat masyarakat suku Blau Naitimu. Sumber utama dalam tulisan ini adalah hasil wawancara dengan narasumber yaitu penatua adat yang ada dalam suku Blau Naitimu. Selain itu, kamus, buku-buku, jurnal-jurnal yang berkaitan dengan judul skripsi. Sumber sekunder dalam tulisan skripsi ini adalah internet. Teknik pengolahan data dalam skripsi ini berupa analisa data dari sumber utama dan sumber sekunder setelah itu ditafsir tanpa menghilangkan makna aslinya. Langkah yang dipakai dalam teknik analisa yaitu, pertama, mewawancarai narasumber secara langsung dan membaca sumber-sumber dan memahami. Kedua, membaca berulang-ulang sumber-sumber dan mulai menafsirkan. Ketiga, mencatat data-data atau hal-hal penting yang sesuai dengan judul tulisan skripsi ini. Berdasarkan hasil penelitian, masyarakat adat suku Blau Naitimu dikenal dengan sistem perkawinan patrilineal. Sistem-sistem yang ada dalam perkawinan adat serta makna-maknanya tersebut dipahami bahwa perkawinan mempunyai nilai yang sakral atau kudus. Makna perkawinan tersebut harus dijaga dan dilestarikan nilai-nilai perkawinan sehingga tidak menjadi punah dan tidak dipengaruhi oleh budaya luar. Dengan memahami makna-makna dari perkawinan adat, dapat menjadi sebuah dinding untuk menghalangi masuknya pergaulan bebas yang berorientasi pada seks bebas. Selain itu, dengan memaknai nilai-nilai yang ada dalam perkawinan adat serta masuknya agama Katolik dengan ajarannya dapat menyadari akan nilai kesetiaan yang bertentangan dengan perselingkuhan dan perceraian. Hadirnya Gereja Katolik dan mengangkat perkawinan ke tahap lebih atas yakni sakramentalitas yang didasari oleh Yesus Kristus, perkawinan menjadi suci atau sakral.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Suku Blau Naitimu, Perkawinan Adat, Perkawinan Gereja Katolik
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BR Christianity
B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology
G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs
H Social Sciences > HQ The family. Marriage. Woman
Divisions: Program Studi Ilmu Filsafat
Depositing User: Mr Fransiskus Xaverius Sabu
Date Deposited: 20 May 2021 00:32
Last Modified: 30 Aug 2021 05:07
URI: http://repository.stfkledalero.ac.id/id/eprint/751

Actions (login required)

View Item View Item