Ekonomi Politik Migrasi: Studi Kasus Terhadap Komunitas Petani di Lembor

NEPOMUSENUS, Yohanes (2020) Ekonomi Politik Migrasi: Studi Kasus Terhadap Komunitas Petani di Lembor. Undergraduate thesis, STFK Ledalero.

[img] Text
Yohanes Nepomusenus (16.75.5994).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) menjelaskan dinamika kelas petani yang menyebabkan dinamika akumulasi dan diferensiasi petani di Lembor, dan (2) menjelaskan perubahan agraria yang menyebabkan migrasi petani di Lembor. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Obyek dalam penelitian ini adalah komunitas petani di Lembor. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data rekaman wawancara bersama narasumber kunci yang disusun dalam sebuah format wawancara dan data verbatim, atau kata-kata yang disusun dalam bentuk cerita peristiwa. Sumber data utama penelitian ini adalah wawancara bersama narasumber kunci yaitu petani Lembor yang bermigrasi dan pengusaha yang ada di Lembor. Sumber data sekunder diperoleh dari penelitian-penelitian terdahulu, khususnya mengenai sejarah kolonialisme di Manggarai dan penelitian tentang migrasi di Flores. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara non-probability sampling (setiap subjek dalam populasi mempunyai kesempatan untuk menjadi responden) terhadap para petani di Lembor yang bermigrasi. Langkah yang digunakan dalam teknik studi kasus non-probability sampling ditempuh dengan proses sebagai berikut: pertama, peneliti mencari orang yang bersedia untuk diwawancarai. Peneliti juga mendapat daftar nama orang yang pernah bermigrasi dengan meminta rekomendasi dari warga di beberapa desa di Lembor dan peneliti juga meminta rekomendasi dari narasumber yang telah diwawancarai untuk mendapatkan narasumber baru. Kedua, mengumpulkan data wawancara, mereduksi, menyajikan, dan menarik kesimpulan berdasarkan data yang ada. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa: 1) Dinamika akumulasi mempengaruhi diferensiasi kelas di kalangan komunitas petani Lembor. Pertama, dinamika kelas di kalangan petani Lembor merupakan akibat dari ekspansi kapitalisme yang dibawa oleh kolonial di masa penjajahan. Kedua, dinamika kelas menyebabkan dinamika akumulasi muncul dalam kehidupan masyarakat sehingga dalam komunitas petani di Lembor terdapat kelas-kelas sosial. Masyarakat tradisional Lembor terbagi dalam lima kelas sosial yang spesifik dalam masyarakat kapitalis, yakni kelas kapitalis, peti-borjuasi, semi-proletar, proletar, dan petani subsisten. Dinamika ini terjadi dalam proses perubahan agraria para petani dan perihal pembagian alat produksi atau pendistribusian tanah oleh otoritas adat dan selanjutnya oleh pemerintah setempat. Perubahan agraria ini kemudian berlanjut dan mengubah relasi produksi masyarakat Lembor. 2) Perubahan agraria dan migrasi. Pertama, perubahan agraria di komunitas Lembor terjadi dalam waktu yang lama yaitu terbentang dari masa feodal hingga zaman sekarang. Perubahan agraria itu dibagi atas zaman pra-kolonial, kolonial, orde lama dan baru, dan zaman kontemporer. Kedua, transformasi yang terjadi di kalangan masyarakat feodal tidak pernah menguntungkan masyarakat. Ketimpangan yang sejak lama terjadi malah semakin diperlebar dengan masuknya pengaruh kapitalisme tersebut. Pada akhirnya banyak orang yang terpaksa bermigrasi ke tempat yang jauh agar dapat bersubsisten atau mengakumulasi seperti membeli tanah di tempat asalnya. Dari penelitian yang telah dilakukan peneliti menyimpulkan bahwa fenomena migrasi yang terjadi dalam komunitas petani di Lembor disebabkan oleh penetrasi kapitalisme ke pedesaan, sehingga muncul persoalan menyangkut penguasaan alat produksi dan ketimpangan sistem. Masuknya masyarakat Lembor ke dalam kelas-kelas berdasarkan relasi produksi merupakan hasil transformasi yang diakibatkan oleh penetrasi kapitalisme. Para feodal bertransformasi menjadi kapitalis, sedangkan rakyat menjadi proletar. Proses transformasi ini dapat terjadi secara sukarela ataupun dengan paksaan. Berhadapan dengan kenyataan ini, ada banyak petani yang tetap bertahan dan bersubsisten, namun, tidak sedikit juga yang memilih untuk bermigrasi dan meninggalkan daerah asalnya serta menjadi buruh di luar daerah hingga luar negeri supaya dapat bersubsisten. Ketiadaan sarana produksi membuat para petani tidak memiliki pilihan lain selain mencari penghidupan di perantauan. Oleh karena itu, persoalan migrasi adalah persoalan ketimpangan struktur relasi produksi di sektor agraria. Persoalan ini adalah akar dari fenomena migrasi yang terjadi di komunitas petani Lembor.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Ekonomi politik, ketimpangan agraria, Lembor, petani, persoalan migrasi
Subjects: H Social Sciences > HB Economic Theory
H Social Sciences > HD Industries. Land use. Labor
J Political Science > JC Political theory
Divisions: Program Studi Ilmu Filsafat
Depositing User: Mr Fransiskus Xaverius Sabu
Date Deposited: 12 Nov 2020 01:46
Last Modified: 04 Oct 2021 05:42
URI: http://repository.stfkledalero.ac.id/id/eprint/183

Actions (login required)

View Item View Item