Makna Eskatologis Di Balik Ritus Gren Mahe Pada Masyarakat Dungan Tana Ai

KASIWALI, Yulius Candra (2020) Makna Eskatologis Di Balik Ritus Gren Mahe Pada Masyarakat Dungan Tana Ai. Undergraduate thesis, STFK Ledalero.

[img] Text
full skripsi yulius kasiwali.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) memahami ritus Gren Mahe pada Masyarakat Dungan Tana Ai, (2) mengetahui makna eskatologis, (3) mengetahui makna eskatologis di balik ritus Gren Mahe pada Masyarakat Dungan Tana Ai. Metode yang dipakai dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatifkuantitatif. Objek yang diteliti adalah makna eskatologis di balik ritus Gren Mahe pada masyarakat Dungan Tana Ai. Wujud data dalam penelitian ini berupa sumber data primer dan skunder dari hasil wawancara dengan para pemangku adat, tokoh masyarakat, Badan Pemerintah Desa (BPD) Timu Tawa dan masyarakat Dungan. Penulis juga menggunakan buku-buku refrensi yang berhubungan dengan ritus Gren Mahe. Berdasarkan analisis atas data yang dikumpulkan, maka diperoleh hasil bahwa ritus Gren Mahe sesungguhnya memiliki makna eskatologis sebagaimana dikonsepkan dalam ajaran Gereja Katolik. Makna eskatologi di balik ritus Gren Mahe dapat dicermati dengan melihat unsur-unsur eskatologi Katolik seperti kematian, pengadilan terakhir, api penyucian, kebangkitan, neraka dan surga. Paralesasi dan perbandingan antara unsur-unsur dalam ritus Gren Mahe dan makna eskatologi Katolik akan menghantar kita pada titik temu di mana terdapat persamaan yang jelas antara keduanya. Sejak masuknya Gereja Katolik di Dungan, pemahaman masyarakat tentang Gren Mahe perlahan-lahan diubah. Gereja melalui sejumlah pendekatan pastoral mengajak umat untuk meningkatkan iman dengan melihat makna terdalam di balik ritus Gren Mahe. Dengan demikian, ritus Gren Mahe mengantar iman masyarakat Dungan untuk percaya terhadap konsep hidup setelah kematian atau eskatologis. Selain itu, ritus Gren Mahe diyakini masyarakat Dungan sebagai serana komunikasi dengan Wujud Tertinggi (Tuhan) melalui perantaraan paraleluhur yang telah meninggal. Kesatuan dengan para leluhur adalah jalan untuk meretas relasi dengan Wujud Tertinggi (Tuhan) yang transenden dan melampaui kehidupan manusia. Oleh karena itu, ritus Gren Mahe patut mendapat perhatian serius dari seluruh masyarakat Dungan dan Gereja agar mampu membawa pemahaman yang tepat bagi umat dalam pengembangan imannya kepada Wujud Tertinggi (Tuhan).

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Eskatologis, Ritus Gren Mahe, Masyarakat Dungan
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BR Christianity
B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology
G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs
Divisions: Program Studi Ilmu Filsafat
Depositing User: Mr Fransiskus Xaverius Sabu
Date Deposited: 08 Nov 2020 23:58
Last Modified: 04 Oct 2021 23:56
URI: http://repository.stfkledalero.ac.id/id/eprint/152

Actions (login required)

View Item View Item