Penghormatan Roh Nenek Moyang Dalam Upacara Adat Koke Bale Pada Masyarakat Lewokluok Dalam Perbandingan Dengan Devosi Kepada Orang Kudus Gereja Katolik Dan Relevansinya Bagi Pertumbuhan Iman Umat

KUMANIRENG, Emanuel T. (2020) Penghormatan Roh Nenek Moyang Dalam Upacara Adat Koke Bale Pada Masyarakat Lewokluok Dalam Perbandingan Dengan Devosi Kepada Orang Kudus Gereja Katolik Dan Relevansinya Bagi Pertumbuhan Iman Umat. Undergraduate thesis, STFK Ledalero.

[img] Text
Skripsi Emanuel T. Kumanireng (NPM 16.75.5856).pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan dan menjelaskan alasan-alasan yang menjadi dasar penghormatan roh nenek moyang dalam upacara adat Koke Bale pada masyarakat Lewokluok agar dapat disejajarkan dengan devosi kepada orang kudus Gereja Katolik, dan (2) menguraikan relevansi nilai-nilai penghormatan roh nenek moyang dalam upacara adat Koke Bale bagi pertumbuhan iman umat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipatif sebagai metode utama. Metode ini juga akan digunakan bersamaan dengan metode-metode lain seperti analisis data sekunder, wawancara dengan informan kunci, pembicaraan tidak resmi dengan tokoh-tokoh adat, pemimpin umat, dan masyarakat biasa, dan membuat peta wilayah. Dalam kaitan dengan metode observasi partisipatif, peneliti akan memfokuskan diri untuk menggali informasi mengenai penghormatan roh nenek moyang dalam upacara adat Koke Bale pada masyarakat Lewokluok dan disandingkan dengan metode wawancara dengan informan kunci dan juga pembicaraan tidak resmi dengan tokoh adat serta masyarakat. Hal ini dilakukan untuk menggali informasi agar dapat menemukan titik temu antara penghormatan kepada roh nenek moyang dalam upacara adat Koke Bale pada masyarakat Lewokluok dan devosi kepada orang kudus dalam Gereja Katolik serta berusaha menemukan relevasinya bagi pertumbuhan iman umat. Peneliti juga menggunakan metode kepustakaan (analisis data sekunder) untuk mencari dan mendapatkan informasi dan pengetahuan tentang devosi kepada orang kudus dalam Gereja Katolik, pengertian devosi, sifat-sifat dan kriteria devosi yang benar, syarat-syarat devosi kepada para kudus, bentuk-bentuk devosi kepada para kudus, dan relevansi devosi kepada para kudus bagi kehidupan kaum beriman agar dapat disandingkan dengan penghormatan roh nenek moyang dalam upacara adat Koke Bale pada masyarakat Lewokluok. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penghormatan roh nenek moyang dalam upacara adat Koke Bale pada masyarakat Lewokluok adalah sebuah bentuk kultus penghormatan kepada kepada para leluhur (nenek moyang). Upacara adat Koke Bale dapat dijalankan oleh masyarakat tumbuh dari sebuah kesadaran bahwa para leluhur juga memiliki peran penting sebagai pengantara antara masyarakat dengan Yang Mahatinggi (Lera Wulan Tana Ekan). Para leluhur yang telah meninggal diyakini masuk dalam dunia kehidupan baru yang disebut Tone Baya. Tone Baya diyakini oleh masyarakat sebagai sebuah tempat atau dunia kehidupan baru bagi para leluhur yang telah meninggal dunia. Berdasarkan keyakinan ini, masyarakat selalu melakukan ritual adat Koke Bale untuk menghormati roh nenek moyang (para leluhur) yang telah meninggal karena adanya keyakinan bahwa mereka juga mempunyai peran dalam dunia kehidupan masyarakat. Simbol kehadiran para leluhur dalam ritual adat Koke Bale adalah Nuba Nara. Nuba Nara menjadi sebuah tempat yang diyakini oleh masyarakat Lewokluok sebagai simbol kehadiran dari para leluhur dan juga sebagai sebuah tempat pemujaan kepada Yang Mahatinggi (Lera Wulan Tana Ekan). Para tetua adat meminta restu dari para leluhur agar turut serta dalam ritual adat yang dijalankan oleh masyarakat dengan memberikan sesajian dan menyanyikan bahasa adat (marang) sebagai sebuah bentuk ungkapan syukur atas segala keberhasilan yang telah diterima selama setahun yang telah berlalu. Penghormatan roh nenek moyang dalam upacara adat Koke Bale pada masyarakat Lewokluok dapat disejajarkan dengan devosi kepada para kudus dalam tradisi Gereja Katolik. Gereja merasa perlu untuk menghormati para kudus karena berkat rahmat Allah, mereka dikaruniai keselamatan abadi dan menjadi pengantara kaum beriman untuk memohonkan rahmat Allah. Para kudus dihormati oleh kaum beriman karena adanya keyakinan bahwa selama hidup di dunia, mereka telah membaktikan hidup demi karya pelayanan kepada Allah dan kepada sesama. Atas teladan dan cara hidup mereka ini, para devosioner yang menghormati santo atau santa tertentu diharapkan memiliki sikap hidup yang selaras dengan teladan hidup para kudus yang bersumber dari Kristus sendiri. Penghormatan roh nenek moyang dalam upacara adat Koke Bale pada masyarakat Lewokluok dan devosi kepada para orang kudus dalam Gereja Katolik memiliki beberapa unsur positif yang dapat disejajarkan. Keyakinan akan peran serta mereka dalam dunia kehidupan masyarakat melahirkan adanya penghormatan kepada para leluhur dan juga devosi kepada para kudus. Kultus ini juga memiliki kesamaan sebagai sebuah bentuk penghormatan kepada orang yang sudah meninggal, dan sebagai saat untuk menyampaikan syukur dan permohonan. Upacara adat Koke Bale pada masyarakat Lewokluok sebagai sebuah bentuk penghormatan kepada roh nenek moyang dan devosi kepada orang kudus dalam Gereja Katolik juga memiliki perbedaan dalam hal tempat, waktu dan cara pelaksanaan. Kultus penghormatan kepada para leluhur (nenek moyang) dan devosi kepada orang kudus dalam Gereja Katolik adalah dua kesalehan religius yang memiliki nilai dan makna bagi pertumbuhan dan perkembangan iman umat. Kedua kesalehan religius ini dapat tumbuh dan berkembang dalam dunia kehidupan manusia karena para leluhur dan orang kudus diyakini dapat menjadi pengantara antara manusia dan Yang Mahatinggi. Realitas ini tentunya memberikan sebuah gambaran bahwa iman kepada Allah dapat bertumbuh dan berkembang karena umat beriman sungguh mengalami Dia sesuai dengan konteks dan realitas kehidupan yang ada di sekitarnya. Pemahaman tentang karya Allah dapat diterima apabila manusia dapat memilih sendiri sarana untuk menjangkau Allah sambil tetap memperhatikan tata aturan resmi yang dianjurkan oleh Gereja.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Koke Bale, devosi, orang kudus, roh nenek moyang
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BR Christianity
B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology
G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs
Divisions: Program Studi Ilmu Filsafat
Depositing User: Mr Fransiskus Xaverius Sabu
Date Deposited: 28 Oct 2020 04:57
Last Modified: 04 Oct 2021 23:23
URI: http://repository.stfkledalero.ac.id/id/eprint/132

Actions (login required)

View Item View Item