Makna Upacara Sagi (Tinju Adat) Dan Manfaatnya Bagi Masyarakat Masu, So’a

BEI, Oskarius Do’o (2022) Makna Upacara Sagi (Tinju Adat) Dan Manfaatnya Bagi Masyarakat Masu, So’a. Undergraduate thesis, STFK Ledalero.

[img] Text
Oskarius Do'o Bei_Abstraksi.pdf

Download (140kB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menjelaskan tiga hal. Pertama, menjelaskan proses upacara sagi. Kedua, menjelaskan arti dan makna upacara sagi (tinju adat) yang terdapat dalam kehidupan masyarakat Masu, So’a. Ketiga, menjelaskan berbagai manfaat dari pelaksanaan upacara sagi (tinju adat) bagi kehidupan seluruh masyarakat Masu, So’a. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif yaitu penelitian yang diperoleh dari hasil studi kepustakaan, penelitian lapangan serta dengan metode wawancara. Sasaran atau objek yang diteliti di sini adalah makna dan manfaat upacara yang terkandung dalam upacara Sagi (tinju adat) masyarakat Masu So’a. Sumber utama penelitian ini adalah para informan kunci seperti para tokoh pemerintah, tokoh adat dan tokoh masyarakat yang memiliki pengetahuan yang baik tentang upacara sagi, dan sumber pendukung lainya adalah buku-buku, jurnal, dokumen, kamus dan buku lainnya yang berkaitan dengan judul penelitan ini. Upacara sagi (tinju adat) merupakan suatu warisan dari para leluhur yang senantiasa diwariskan hinggga saat ini. Sagi sendiri merupakan suatu upacara yang bertujuan untuk mensyukuri segala hasil panen yang telah diterima oleh masyarakat Masu, So’a. Syukur tersebut pertama-tama ditujukaan kepada Wujud Tertinggi yang telah menumbuhkan dan memberikan hasil panen, serta kepada para leluhur yang telah menjaga dan melindungi seluruh pekerjaan masyarakat. Adapun makna atau nilai positif yang terkandung dalam upacara sagi ini, antara lain; Pertama, Makna Religius. Upacara sagi dalam penerapannya sangat mengedepankan sikap syukur kepada Wujud Tertinggi dan kepada para leluhur. Hal ini sesungguhnya mengungkapkan nilai religius mendalam masyarakat yang senantiasa berharap dan mensyukuri segala hasil panen mereka kepada Wujud Tertinggi dan kepada para leluhur. Kedua, makna Sosial. Upacara sagi juga dalam pengaplikasianya sangat mengedepankan nilai kesatuan dan persatuan seluruh masyarakat. Hal itu senantiasa ditunjukkan dalam setiap kebersamaan mereka dalam merayakan upacara sagi. Ketiga, makna etis-moral. Upacara sagi juga merupakan upacara yang memiliki seperangkat nilai moral yang mengatur hubungan masyarakat, baik hubungan antara manusia dan Tuhan, manusia dan manusia, serta manusia dan alam semesta. Di samping makna-makna tersebut, upacara sagi juga sesunggguhnya memiliki berbagai manfaat penting bagi kehidupan masyarakat seperti sebagai media penghayatan iman umat, media persatuan dan media pembelajaran masyarakat.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Sagi, makna religius, makna sosial, makna etis-moral, dan manfaat
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BR Christianity
G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs
Divisions: Program Studi Ilmu Filsafat
Depositing User: Mr Fransiskus Xaverius Sabu
Date Deposited: 04 May 2022 04:48
Last Modified: 04 May 2022 04:48
URI: http://repository.stfkledalero.ac.id/id/eprint/1189

Actions (login required)

View Item View Item