Ritus Loka Lanu pada Masyarakat Desa Beiwali dan Relevansinya bagi Partisipasi Kaum Muda di Paroki St. Longinus Wolowio dalam Ekaristi

NETA, Angelus Agustinus (2022) Ritus Loka Lanu pada Masyarakat Desa Beiwali dan Relevansinya bagi Partisipasi Kaum Muda di Paroki St. Longinus Wolowio dalam Ekaristi. Undergraduate thesis, STFK Ledalero.

[img] Text
Angelus Agustinus Neta_Abstraksi.pdf

Download (185kB)

Abstract

Ritus loka lanu merupakan bagian utama dari kebudayaan universal yang merupakan norma masyarakat petani orang Ngadha dalam kehidupan keseharian. Penelitan ini bertujuan untuk mendeskripsikan ritus loka lanu pada masyarakat Desa Beiwali dan menunjukkan relevansinya bagi partisipasi kaum muda di paroki St. Longinus Wolowio dalam Ekaristi. Fokus penelitian ini ialah inkulturasi konsep perjamuan dan pengorbanan dalam ritus loka lanu ke dalam Ekaristi. Tulisan akademis ini menggunakan metode penelitian lapangan dan kepustakaan. Objek yang diteliti ialah makna, nilai, dan kesamaan konsep perjamuan dan pengorbanan dalam ritus loka lanu dan Ekaristi. Sumber data penelitian berasal dari kajian-kajian tekstual yang relevan. Selain itu, sumber data penelitian juga berasal dari informan dari desa Beiwali, yakni tokoh adat dan tokoh masyarakat. Langkah-langkah yang penulis tempuh, yaitu (1) membaca kajian-kajian tekstual yang relevan dengan tema penelitian, (2) melakukan wawancara dengan informan yang kredibel, (3) mencatat dan menganalisis data yang diperoleh. Loka lanu merupakanaltar adat tempat mempersembahkan korban sembelihan untuk meminta restu dan doa kepada leluhur secara simbolis dan makan bersama dengan penuh sukacita bersama anggota suku untuk mengawali seluruh aktivitas atau kegiatan adat yang telah disepakati bersama. Ritus loka lanu sendiri dapat dilihat sebagai perjamuan, pengorbanan, dan ucapan syukur yang memiliki kesamaan dengan perayaan Ekaristi dalam Gereja Katolik. Berdasarkan hasil penelitian penulis menemukan beberapa pokok pikiran yang dapat diringkas ke dalam beberapa poin berikut. Pertama, ada kesamaan konsep tentang pengorbanan dan perjamuan dalam ritus loka lanu dan Ekaristi. Kedua, konsep pengorbanan dan perjamuan dalam ritus loka lanu memiliki relevansi bagi partisipasi kaum muda di desa Beiwali dalam Ekaristi. Keterlibatan kaum muda sangat dibutuhkan dalam membangun dan melestarikan kebudayaan lokal. Selain itu, partisipasi kaum muda juga diperlukan sehingga kaum muda itu sendiri bisa memperoleh pengetahuan atau wawasan dalam ritus loka lanu yang ada di daerah masing-masing, khususnya di desa Beiwali di Paroki St. Longinus Wolowio.

Item Type: Thesis (Undergraduate)
Uncontrolled Keywords: Ritus, Inkulturasi, Loka Lanu, Ekaristi, Perjamuan, Pengorbanan, Partisipasi, Kaum Muda
Subjects: B Philosophy. Psychology. Religion > BR Christianity
B Philosophy. Psychology. Religion > BV Practical Theology
G Geography. Anthropology. Recreation > GT Manners and customs
Divisions: Program Studi Ilmu Filsafat
Depositing User: Mr Fransiskus Xaverius Sabu
Date Deposited: 02 Mar 2022 00:57
Last Modified: 02 Mar 2022 00:57
URI: http://repository.stfkledalero.ac.id/id/eprint/1111

Actions (login required)

View Item View Item